Artikel

7 Cara Investasi Mata Uang Asing Secara Aman dan Mudah untuk Pemula

cara investasi mata uang asing

Investasi mata uang asing atau valas menjadi salah satu pilihan bagi Anda yang ingin melakukan diversifikasi aset sekaligus mempersiapkan kebutuhan dalam mata uang tertentu. Selain dolar Amerika Serikat (USD), terdapat berbagai mata uang lain seperti euro (EUR), dolar Singapura (SGD), hingga yen Jepang (JPY) yang dapat dipertimbangkan sesuai tujuan keuangan Anda.

Namun, investasi mata uang asing tidak cukup dilakukan dengan sekadar membeli valas lalu menunggu nilainya naik. Pergerakan kurs dapat berubah karena berbagai faktor ekonomi dan kondisi global. Oleh karena itu, Anda perlu memahami cara investasi mata uang asing, memilih mata uang yang sesuai, hingga menentukan strategi pembeliannya.

Perlu dipahami pula bahwa membeli dan menyimpan mata uang asing berbeda dengan aktivitas forex trading menggunakan leverage atau produk derivatif. Menurut Bank Indonesia, Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing atau KUPVA mencakup kegiatan jual dan beli uang kertas asing, sedangkan penyelenggara KUPVA bukan bank dikenal sebagai money changer.

Lalu, bagaimana cara memulainya? Simak panduan berikut ini.

Bagaimana Cara Investasi Mata Uang Asing untuk Pemula?

Anda tidak perlu langsung membeli valas dalam jumlah besar. Sebagai pemula, pembelian dapat dimulai secara bertahap sambil mengenali karakteristik mata uang yang dipilih.

Berikut beberapa cara investasi mata uang asing yang dapat Anda pertimbangkan.

1. Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum membeli mata uang asing, tentukan terlebih dahulu tujuan Anda.

Apakah Anda ingin menyimpan valas untuk diversifikasi aset? Mempersiapkan biaya pendidikan di luar negeri? Traveling beberapa tahun mendatang? Atau memiliki kebutuhan bisnis dalam mata uang asing?

Tujuan tersebut akan memengaruhi jenis mata uang yang dipilih, nominal yang perlu disiapkan, serta berapa lama Anda berencana menyimpannya.

Sebagai contoh, jika Anda berencana menyekolahkan anak di Singapura beberapa tahun mendatang, menyimpan sebagian dana dalam SGD dapat membantu menyesuaikan aset dengan mata uang yang nantinya akan digunakan.

2. Pilih Mata Uang Sesuai Kebutuhan

Tidak semua mata uang memiliki karakteristik yang sama. Ada mata uang yang banyak digunakan dalam transaksi internasional, ada pula yang pergerakannya lebih sensitif terhadap kondisi ekonomi tertentu.

Daripada hanya memilih mata uang karena sedang naik, pertimbangkan beberapa faktor berikut:

  • tujuan penggunaan valas;
  • kondisi ekonomi negara penerbit;
  • stabilitas nilai tukar;
  • likuiditas atau kemudahan mata uang untuk diperjualbelikan;
  • pergerakan kurs dalam beberapa periode terakhir; dan
  • risiko fluktuasi yang dapat Anda terima.

Pemilihan mata uang yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan tujuan keuangan Anda, bukan sekadar mengikuti tren.

3. Pahami Kurs Beli dan Kurs Jual

Salah satu hal penting yang perlu dipahami sebelum investasi valas adalah perbedaan antara kurs beli dan kurs jual.

Kurs jual merupakan harga yang perlu Anda bayarkan ketika membeli mata uang asing dari money changer. Sementara itu, kurs beli adalah harga yang digunakan money changer ketika membeli kembali mata uang asing dari Anda.

Selisih antara kedua nilai tersebut sering disebut spread.

Sebagai contoh:

Kurs jual USD: Rp18.200
Kurs beli USD: Rp18.000

Jika Anda membeli USD lalu langsung menjualnya kembali pada waktu yang sama, terdapat selisih harga yang perlu diperhitungkan.

Karena itu, investasi valas tidak hanya bergantung pada apakah suatu mata uang naik atau turun, tetapi juga apakah perubahan nilainya mampu menutupi selisih kurs beli dan jual.

Jika masih sering tertukar dengan kedua istilah tersebut, simak juga panduan cara membaca kurs jual dan beli dari Dolarindo.

4. Beli Mata Uang Asing Secara Bertahap

Menentukan kapan kurs berada di titik paling rendah bukanlah hal yang mudah. Kurs yang terlihat murah hari ini masih dapat turun lagi esok hari, begitu pula sebaliknya.

Daripada mengalokasikan seluruh dana dalam satu kali pembelian, Anda dapat mempertimbangkan membeli mata uang asing secara bertahap.

Misalnya, jika Anda memiliki dana Rp12 juta yang ingin dialokasikan ke valas selama enam bulan, pembelian dapat dibagi ke dalam beberapa periode sesuai strategi dan kondisi keuangan Anda.

Cara ini membantu mengurangi ketergantungan pada satu harga pembelian sekaligus membuat Anda tidak perlu terus-menerus mencoba menebak titik terendah kurs.

Strategi pembelian secara berkala ini juga dibahas lebih lanjut dalam artikel cara menabung mata uang asing dengan strategi yang tepat.

5. Mulai dari Nominal yang Sesuai Kemampuan

Bagi pemula, tidak perlu langsung mengalokasikan dana dalam jumlah besar.

Mulailah dari nominal yang nyaman bagi kondisi keuangan Anda. Dengan begitu, Anda dapat mengenali bagaimana pergerakan kurs memengaruhi nilai aset tanpa mengambil risiko yang terlalu besar.

Hindari menggunakan dana darurat atau dana yang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari. Gunakan dana yang memang telah dialokasikan untuk tujuan tersebut.

6. Pantau Pergerakan Kurs Secara Berkala

Nilai tukar dapat berubah mengikuti berbagai faktor, mulai dari kebijakan suku bunga, inflasi, kondisi ekonomi, perdagangan internasional, hingga situasi geopolitik.

Karena itu, biasakan mengecek kurs sebelum melakukan transaksi.

Anda tidak harus memantau pergerakannya setiap saat. Namun, mengetahui tren kurs dalam periode tertentu dapat membantu Anda membuat keputusan pembelian atau penjualan yang lebih terukur.

Untuk memahami apa yang membuat nilai tukar berubah, Anda dapat membaca artikel faktor yang memengaruhi fluktuasi kurs mata uang.

Sebagai referensi tambahan, Bank Indonesia juga menyediakan informasi JISDOR dan kurs acuan. JISDOR merupakan referensi harga spot USD/IDR yang disusun berdasarkan transaksi antarbank di pasar valuta asing Indonesia.

7. Gunakan Tempat Penukaran Valas yang Tepercaya

Jika ingin membeli mata uang asing, lakukan transaksi melalui bank atau money changer resmi.

Selain mempertimbangkan keamanan transaksi, perhatikan juga transparansi kurs, ketersediaan mata uang, kemudahan transaksi, serta kualitas layanan yang diberikan.

Dengan begitu, Anda dapat mengetahui dengan jelas berapa nilai yang harus dibayarkan sebelum melakukan pembelian valas.

Mata Uang Apa yang Bagus untuk Investasi?

Sumber: Unsplash/Mackenzie Marco

Tidak ada satu mata uang yang selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua orang.

Mata uang yang bagus untuk investasi bergantung pada tujuan, jangka waktu, kebutuhan, dan tingkat risiko yang dapat Anda terima. Namun, beberapa mata uang berikut cukup populer karena banyak digunakan dalam perdagangan maupun transaksi internasional.

1. Dolar Amerika Serikat (USD)

USD merupakan salah satu mata uang yang paling banyak digunakan dalam transaksi internasional.

Likuiditasnya yang tinggi membuat dolar AS relatif mudah ditemukan dan diperjualbelikan di berbagai negara. USD juga banyak digunakan untuk kebutuhan traveling, pendidikan, bisnis, maupun transaksi internasional.

Karena penggunaannya yang luas, USD sering menjadi salah satu mata uang pertama yang dipertimbangkan oleh pemula.

2. Dolar Singapura (SGD)

SGD juga cukup populer di Indonesia karena Singapura memiliki hubungan ekonomi, bisnis, dan pariwisata yang dekat dengan Indonesia.

Mata uang ini dapat menjadi pilihan terutama bagi Anda yang memiliki kebutuhan di Singapura, seperti pendidikan, perjalanan, pengobatan, atau aktivitas bisnis.

3. Euro (EUR)

Euro digunakan oleh banyak negara di kawasan Eropa dan menjadi salah satu mata uang utama dalam sistem keuangan global.

EUR dapat dipertimbangkan oleh Anda yang ingin memiliki eksposur terhadap mata uang selain USD atau memiliki kebutuhan dalam mata uang euro di masa mendatang.

4. Yen Jepang (JPY)

JPY merupakan mata uang Jepang dan termasuk salah satu mata uang yang aktif diperdagangkan secara global.

Bagi masyarakat Indonesia, yen juga cukup relevan untuk kebutuhan traveling, pendidikan, maupun bisnis yang berkaitan dengan Jepang.

Namun, seperti mata uang lainnya, nilai yen tetap dapat mengalami perubahan terhadap rupiah. Karena itu, perhatikan pergerakan kurs sebelum melakukan pembelian.

5. Mata Uang Lain Sesuai Kebutuhan

Selain USD, SGD, EUR, dan JPY, masih terdapat berbagai mata uang asing lain seperti dolar Australia (AUD), pound sterling Inggris (GBP), yuan China (CNY), hingga franc Swiss (CHF).

Anda tidak harus memilih mata uang yang dianggap paling kuat. Jika investasi dilakukan sekaligus untuk mempersiapkan kebutuhan tertentu, mata uang yang nantinya akan digunakan justru dapat menjadi pilihan yang lebih relevan.

Jika ingin membandingkan beberapa pilihan valas lebih lanjut, Anda juga dapat membaca pembahasan mengenai mata uang asing yang berpotensi untuk investasi.

Bagaimana Cara Membeli Mata Uang Asing untuk Investasi?

Setelah menentukan mata uang yang ingin dibeli, berikut langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  1. Cek kurs terlebih dahulu. Perhatikan kurs jual mata uang yang ingin Anda beli.
  2. Tentukan nominal pembelian. Sesuaikan jumlah transaksi dengan kebutuhan dan kondisi keuangan.
  3. Pilih money changer resmi atau bank. Pastikan tempat transaksi memiliki legalitas dan reputasi yang baik.
  4. Lakukan transaksi sesuai prosedur. Siapkan identitas atau dokumen pendukung apabila dibutuhkan.
  5. Simpan bukti transaksi. Bukti pembelian dapat membantu Anda mencatat harga awal ketika membeli valas.
  6. Pantau nilai tukar secara berkala. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui perkembangan nilai mata uang yang dimiliki.

Jika tujuan Anda adalah menyimpan valas dalam jangka tertentu, mencatat kurs setiap kali melakukan pembelian juga dapat membantu mengetahui rata-rata harga beli.

Untuk transaksi melalui money changer, Anda dapat membaca panduan syarat dan cara tukar uang di money changer agar mengetahui prosesnya sebelum datang ke lokasi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Membeli Mata Uang Asing?

Sumber: Pexels/Audy of Course

Tidak ada waktu yang dapat dipastikan sebagai momen terbaik untuk membeli mata uang asing.

Nilai tukar dapat berubah mengikuti kondisi ekonomi dan sentimen pasar yang sulit diprediksi. Karena itu, daripada hanya menunggu kurs mencapai titik tertentu, Anda dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

  • bandingkan kurs dengan pergerakan beberapa minggu atau bulan sebelumnya;
  • hindari membeli hanya karena takut ketinggalan ketika kurs sedang naik tajam;
  • sesuaikan waktu pembelian dengan kebutuhan;
  • lakukan pembelian secara bertahap apabila tidak yakin dengan pergerakan kurs; dan
  • tetap perhatikan kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi mata uang tersebut.

Jika valas dibutuhkan untuk tujuan tertentu dalam beberapa bulan atau tahun mendatang, membeli secara bertahap juga dapat membantu mengurangi risiko harus membeli seluruh kebutuhan ketika kurs sedang tinggi.

Apa Saja Risiko Investasi Mata Uang Asing?

Meskipun memiliki peluang keuntungan, investasi valas tetap memiliki sejumlah risiko yang perlu dipahami.

1. Risiko Fluktuasi Nilai Tukar

Nilai suatu mata uang dapat naik maupun turun terhadap rupiah. Artinya, tidak ada jaminan bahwa valas yang Anda beli hari ini akan memiliki nilai lebih tinggi di masa depan.

2. Selisih Kurs Beli dan Jual

Anda juga perlu memperhitungkan spread. Nilai mata uang perlu mengalami kenaikan yang cukup agar dapat menutupi selisih harga ketika membeli dan menjual kembali valas.

3. Risiko Memilih Mata Uang yang Tidak Sesuai

Memilih mata uang hanya karena sedang populer atau sedang menguat dapat membuat keputusan Anda kurang sesuai dengan tujuan awal.

Pelajari terlebih dahulu karakteristik mata uang sebelum melakukan pembelian.

4. Risiko Membeli di Waktu yang Kurang Tepat

Membeli dalam jumlah besar ketika kurs sedang tinggi dapat meningkatkan risiko penurunan nilai apabila mata uang tersebut kemudian melemah.

Karena itu, pembelian bertahap dapat menjadi salah satu strategi yang dipertimbangkan untuk mengelola risiko tersebut.

Baca juga: Tips dan Cara Menabung Dollar Aman dan Untung Besar, Cocok untuk Pemula

Mulai Beli Mata Uang Asing di Dolarindo Money Changer & Remittance

Jika sudah menentukan mata uang yang ingin dibeli, pastikan Anda melakukan penukaran di money changer yang tepercaya.

Dolarindo Money Changer & Remittance menyediakan layanan penukaran berbagai mata uang asing. Anda dapat mengecek kurs mata uang asing di Dolarindo terlebih dahulu sebelum menentukan nominal transaksi.

Dolarindo juga memiliki sejumlah cabang di Jakarta, Tangerang, dan Bandung. Anda dapat melihat lokasi cabang Dolarindo Money Changer terdekat sebelum melakukan transaksi.

Dengan memantau kurs dan melakukan pembelian secara terencana, Anda dapat membangun kepemilikan mata uang asing secara lebih terukur sesuai dengan tujuan keuangan.

FAQ

1. Apa itu investasi mata uang asing dan bagaimana cara kerjanya?

Investasi mata uang asing atau valas adalah kegiatan menyimpan dana dalam bentuk mata uang asing, lalu menjualnya kembali saat nilai tukarnya naik terhadap rupiah. Tujuannya adalah mendapatkan keuntungan dari selisih kurs beli dan jual.

2. Apa mata uang asing terbaik untuk investasi pemula?

Beberapa mata uang yang stabil dan sering direkomendasikan untuk pemula adalah USD (dolar Amerika), EUR (euro), dan JPY (yen Jepang). Ketiganya cenderung likuid, mudah diperoleh, dan memiliki fluktuasi yang tidak terlalu ekstrem.

3. Di mana tempat yang aman untuk membeli mata uang asing?

Anda bisa membeli valas di money changer resmi, seperti Dolarindo Money Changer & Remittance yang sudah berizin dan menyediakan transaksi aman, baik online maupun di cabang.

4. Kapan waktu terbaik untuk membeli mata uang asing?

Waktu terbaik biasanya saat nilai tukar mata uang asing sedang turun terhadap rupiah. Cek kurs harian secara berkala dan manfaatkan momen ketika harga sedang rendah untuk membeli.

5. Apakah investasi valas berisiko?

Ya, karena nilai tukar bisa berfluktuasi tergantung kondisi ekonomi global. Namun risiko bisa dikelola dengan memulai dari nominal kecil, memilih mata uang stabil, dan tidak menggunakan dana kebutuhan pokok untuk investasi.