Mengenal Local Currency Settlement (LCS): Solusi Efisiensi Transaksi Bisnis Tanpa Dolar AS
Bagi pelaku ekspor-impor dan bisnis lintas negara, naik-turunnya dolar AS bisa langsung memengaruhi margin keuntungan. Saat kurs USD menguat, biaya pembayaran supplier luar negeri ikut membengkak, sementara arus kas perusahaan jadi makin sulit diprediksi.
Masalahnya, transaksi perdagangan internasional masih sangat bergantung pada Dolar AS. Penggunaan USD dalam ekspor Indonesia pada 2018–2022 mencapai sekitar 95%, sedangkan impor mencapai 81%.
Akibatnya, banyak pelaku usaha terkena biaya tambahan dari double conversion rate, yaitu konversi rupiah ke USD sebelum ditukar lagi ke mata uang negara tujuan, ditambah biaya SWIFT dan bank koresponden.
Karena itu, Bank Indonesia mulai mendorong penggunaan local currency settlement (LCS) sebagai alternatif transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal. Skema ini membantu bisnis mengurangi ketergantungan pada Dolar AS sekaligus membuat transaksi lintas negara terasa lebih efisien.
Di artikel ini, Anda akan memahami cara kerja LCS, manfaatnya bagi perusahaan, hingga bagaimana implementasinya dalam kebutuhan remitansi bisnis sehari-hari.
Table of Contents
ToggleApa Itu Local Currency Settlement (LCS) dan Evolusinya Menjadi LCT?
Secara sederhana, local currency settlement adalah mekanisme penyelesaian transaksi bilateral menggunakan mata uang lokal masing-masing negara mitra. Pengertian ini tercantum dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 22/12/PBI/2020 tentang Penyelesaian Transaksi Bilateral Menggunakan Mata Uang Lokal melalui Bank.
Artikel Mutmagfira dan Oktora (2025) dalam Kajian Ekonomi Keuangan menerangkan, kebijakan ini hadir untuk mengurangi ketergantungan perdagangan internasional terhadap dolar AS sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Dominasi dolar yang terlalu tinggi membuat perdagangan internasional Indonesia sangat sensitif terhadap gejolak global. Ketika Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) menaikkan suku bunga atau terjadi ketidakpastian geopolitik, biaya transaksi bisnis lintas negara ikut terdampak.
Karena itu, arah kebijakan dedolarisasi mulai diperkuat di banyak negara, termasuk Indonesia. Apa itu?

Unsplash/Mackenzie Marco
Merujuk laman Balai Diklat Keuangan Kementerian Keuangan, dedolarisasi adalah upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam perdagangan internasional, cadangan devisa, maupun transaksi bilateral.
Indonesia sendiri mulai aktif menjalankan kerja sama LCS sejak 2018 bersama Thailand, Malaysia, Jepang, dan Tiongkok. Dalam perkembangannya, local currency settlement kemudian berevolusi menjadi Local Currency Transaction (LCT).
Cakupan LCT menjadi lebih luas karena tidak hanya meliputi perdagangan barang dan investasi langsung, tetapi juga transaksi jasa, investasi portofolio, hingga sistem pembayaran lintas negara seperti QRIS antarnegara.
Republika memberitakan, transformasi local currency settlement menjadi local currency transaction juga memperluas underlying transaction dan memperkuat ekosistem pembayaran lintas negara agar transaksi bisnis menjadi lebih cepat dan efisien.
Mekanisme Kerja Local Currency Settlement: Menghapus Biaya Konversi Ganda (Double Conversion)
Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah perusahaan di Indonesia ingin membayar supplier di Jepang.
Pada skema tradisional, perusahaan harus mengonversi rupiah ke dolar AS terlebih dahulu. Setelah itu, dolar AS kembali dikonversi menjadi yen Jepang. Proses dua tahap ini memunculkan double conversion spread yang membuat biaya transaksi membengkak.
Sementara itu, dalam mekanisme LCS atau LCT, transaksi bisa dilakukan langsung dari IDR ke JPY menggunakan direct quotation. Jalur ini membuat proses pembayaran menjadi lebih ringkas.
| Fitur | Mekanisme Konvensional (USD) | Mekanisme LCS / LCT |
| Proses Konversi | 2 Kali (IDR → USD → Mata Uang Mitra) | 1 Kali (IDR → Mata Uang Mitra) |
| Biaya SWIFT | Tinggi melalui bank koresponden AS | Lebih rendah melalui jalur bilateral |
| Penentuan Kurs | Berdasarkan cross-rate USD | Berdasarkan direct quotation |
| Risiko Valas | Sangat dipengaruhi volatilitas USD | Fokus pada mata uang tujuan |
| Efisiensi Transaksi | Lebih lambat | Lebih cepat |
Penggunaan direct quotation membuat biaya transaksi menjadi lebih efisien dibanding mekanisme berbasis USD. Bahkan, transaksi local currency settlement memberikan nilai tukar yang lebih efisien karena tidak perlu lagi melakukan konversi ke dolar AS terlebih dahulu.
Selain itu, biaya transfer internasional juga cenderung lebih rendah karena transaksi bilateral tidak selalu melewati rantai bank koresponden Amerika Serikat yang biasanya memicu biaya tambahan.
Baca Juga: Cara Membaca Kurs Jual dan Beli: Panduan Dasar Agar Tidak Salah Tukar
Ekosistem LCT di Indonesia: Negara Mitra dan Pertumbuhan Transaksi
Saat ini, Indonesia telah menjalin kerja sama LCT dengan beberapa negara mitra utama di Asia, yaitu
- Jepang (JPY),
- Tiongkok (CNY),
- Korea Selatan (KRW),
- Malaysia (MYR),
- Thailand (THB), dan
- Uni Emirat Arab (AED).
Dalam implementasinya, transaksi dilakukan melalui bank yang ditunjuk resmi sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD). Bank ACCD berperan memfasilitasi transaksi bilateral dan pembukaan rekening khusus lintas negara.
Perkembangan penggunaan LCT di Indonesia juga menunjukkan tren yang sangat positif. Berdasarkan data dari Bank Indonesia, nilai transaksi LCT hingga semester I 2025 mencapai 11,7 miliar USD. Angka ini melonjak tajam dibanding semester I 2024 yang berada di angka USD 4,702 miliar.
Selain volume transaksi yang meningkat, jumlah pengguna LCT juga tumbuh sekitar 45% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut BI, pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya sosialisasi kepada pelaku ekspor-impor serta perluasan partisipasi bank ACCD di berbagai wilayah.
Namun demikian, implementasi LCT masih menghadapi tantangan, misalnya:
- Masih banyak pelaku usaha yang belum memahami mekanisme LCT secara menyeluruh.
- Sebagian eksportir dan importir masih terbiasa menggunakan dolar AS karena dianggap lebih likuid dan familier.
Keuntungan Strategis Local Currency Settlement bagi Eksportir, Importir, dan CFO
Bagi pelaku usaha, manfaat local currency settlement bukan hanya soal penghematan biaya transaksi. Efeknya juga berkaitan langsung dengan stabilitas arus kas dan efisiensi operasional perusahaan.
Untuk transaksi tertentu, Bank Indonesia juga memberikan relaksasi dokumen underlying bagi transaksi di bawah ambang batas tertentu, yakni ekuivalen 200.000 USD. Kebijakan ini membantu UMKM dan bisnis menengah agar proses administrasi lintas negara menjadi lebih praktis.
Selain itu, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan instrumen hedging non-USD, seperti FX Forward IDR/CNY atau FX Swap IDR/JPY, untuk membantu mengunci kurs transaksi di masa depan. Strategi ini penting agar perusahaan dapat mengurangi risiko fluktuasi nilai tukar yang berpotensi mengganggu margin bisnis.
Lebih lanjut, implementasi local currency settlement juga mampu meningkatkan efisiensi biaya konversi transaksi, mempercepat penyelesaian pembayaran, serta membantu memperkuat stabilitas makroekonomi.
Di sisi lain, pemilihan mitra remitansi dan penukaran valas tetap menjadi faktor penting. Sebab, bisnis lintas negara membutuhkan kecepatan transaksi, transparansi biaya, dan kurs yang kompetitif agar likuiditas perusahaan tetap terjaga.
Optimalkan Transaksi Bisnis Lintas Negara Bersama Dolarindo
Perkembangan local currency settlement menunjukkan bahwa transaksi bisnis internasional kini mulai bergerak menuju sistem yang lebih efisien dan tidak terlalu bergantung pada dolar AS. Bagi pelaku ekspor-impor, UMKM lintas negara, hingga CFO perusahaan, skema ini membantu mengurangi biaya konversi ganda, mempercepat pembayaran internasional, serta membantu menjaga kestabilan arus kas perusahaan.
Karena itu, kebutuhan akan mitra penukaran valuta asing dan remitansi yang memahami mekanisme transaksi lintas negara menjadi semakin penting. Dolarindo hadir untuk membantu kebutuhan penukaran mata uang asing dan remitansi bisnis dengan proses yang legal, aman, serta transparan.
Didukung layanan yang cepat dan kurs yang kompetitif, kebutuhan transaksi bisnis lintas negara dapat dilakukan dengan lebih efisien sesuai kebutuhan operasional perusahaan Anda.
Untuk kebutuhan transaksi bisnis internasional, Anda dapat melihat layanan Penukaran Mata Uang Asing Dolarindo atau menghubungi tim Dolarindo melalui WhatsApp resmi untuk informasi kurs terbaru dan konsultasi layanan remitansi bisnis.
FAQ
LCS (Local Currency Settlement) awalnya difokuskan untuk penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi bilateral menggunakan mata uang lokal. Sementara itu, LCT (Local Currency Transaction) memiliki cakupan yang lebih luas karena mencakup transaksi jasa, investasi portofolio, hingga pembayaran digital lintas negara seperti QRIS antarnegara.
Saat ini, Indonesia telah menjalin kerja sama LCT dengan beberapa negara mitra, termasuk yuan Tiongkok (CNY), yen Jepang (JPY), won Korea Selatan (KRW), ringgit Malaysia (MYR), baht Thailand (THB), dan dirham Uni Emirat Arab (AED).
Ya. Mekanisme LCS menggunakan direct quotation sehingga transaksi tidak perlu lagi melalui konversi rupiah ke dolar AS terlebih dahulu. Jalur ini membantu mengurangi potongan kurs ganda serta menekan biaya transfer internasional yang biasanya muncul dari bank koresponden berbasis dolar.
Bisa. Bank Indonesia memberikan sejumlah relaksasi administratif untuk transaksi tertentu, termasuk kemudahan dokumen underlying pada nominal tertentu. Karena itu, skema LCS dan LCT mulai semakin relevan digunakan oleh UMKM yang memiliki transaksi impor maupun pembayaran supplier luar negeri.
Anda dapat melakukan penukaran mata uang asing dan memantau kurs terbaru melalui Dolarindo. Dolarindo menyediakan berbagai kebutuhan valas untuk mendukung transaksi bisnis ekspor-impor maupun remitansi lintas negara dengan proses yang cepat dan transparan.
Referensi:
Antara News. (25 Juli 2025). Transaksi LCT Capai 11,7 Miliar Dolar AS pada Semester I 2025. https://www.antaranews.com/berita/4992797/transaksi-lct-capai-117-miliar-dolar-as-pada-semester-i-2025
Balai Diklat Keuangan Pontianak. (16 Mei 2023). Melepaskan Ketergantungan pada Mata Uang Dolar Amerika Serikat. https://bppk.kemenkeu.go.id/balai-diklat-keuangan-pontianak/artikel/melepaskan-ketergantungan-pada-mata-uang-dolar-amerika-serikat-898145
Bank Indonesia. (25 Juli 2025). Nilai Transaksi Local Currency Transaction Terus Meningkat. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2716225.aspx
Bank Mandiri. (n.d.). Mandiri Local Currency Transaction. https://www.bankmandiri.co.id/mandiri-local-currency
BCA. (n.s.). Local Currency Transaction (LCT). https://www.bca.co.id/id/bisnis/layanan/layanan-perbankan/Remittance-Bisnis/Outward-Remittance/Local-Currency–Settlement
Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI. (30 Agustus 2024). Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Local Currency Transaction (PKS LCT). https://ditjendaglu.kemendag.go.id/berita/penandatanganan-perjanjian-kerja-sama-local-currency-transaction-pks-lct
Kontan. (25 Juli 2025). Transaksi Local Currency Transaction Capai US$ 11,7 Miliar di Semester I 2025. https://nasional.kontan.co.id/news/transaksi-local-currency-transaction-capai-us-117-miliar-di-semester-i-2025
Mutmagfira, M. & Oktora, S. I. (2025). Analisis Dampak Kebijakan Local Currency Settlement (LCS) Terhadap Ekspor Indonesia ke Jepang. Kajian Ekonomi Keuangan, 7(1). https://doi.org/10.31685/phjga545
Republika. (10 Maret 2026). LCT Perkuat Dedolarisasi Perdagangan Indonesia. https://www.republika.id/posts/59938/lct-perkuat-dedolarisasi-perdagangan-indonesia
Sukamto, D. S. (2023). Implementasi Local Currency Settlement (LCS) Indonesia & Jepang Tahun 2019–2021. https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/46507/19323103.pdf?sequence=1&isAllowed=y